Beranda » Info Pendidikan » Anak Berprestasi Meski Minim Fasilitas

Anak Berprestasi Meski Minim Fasilitas

T Diposting oleh pada 15 March 2017
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 1107 kali

Walaupun fasilitas minim namun  tidak menjadi penghalang untuk terus berprestasi.

Berbagai contoh yang bisa kita saksikan sekarang banyak siswa-siswi yang berprestasi dibidangnya walaupun mereka dari asal daerah terpencil yang minim fasilitas.

  • SMP Negeri 22 Tetap Berprestasi

Meski sudah berdiri sejak 2014 silam dengan dengan SK Operasional Nomor : 903/245/Kpts/Disdik/Huk/2014 dan belum mempunyai fasilitas/sarana gedung sendiri (masih satu atap dengan SD Negeri 31 Mekarjaya dan SDN Mekarjaya 17, Depok-red) namun tak menyurutkan semangat dan tekad kepala sekolah dan guru-guru di SMP Negeri 22 yang berjumlah 25 orang untuk memberikan yang terbaik bagi anak didiknya yang berjumlah 451 siswa.
Terbukti ditengah keterbatasan fasilitas sarana dan prasarana, siswa-siswi SMPN 22 mampu membuktikan bahwa minimnya fasilitas tidak menyurutkan mereka untuk meraih prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik. Diantaranya, juara pertama Taekwondo tingkat Jabodetabek, juara pertama lomba majalah dinding tingkat Jabodetabek di SMA Lazuardi, Juara Karate se Jabar di Bekasi, Story Telling tingkat Kota, dan segudang prestasi lainnya.

Anak Berprestasi Meski Minim Fasilitas
“Dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami mencoba untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi siswa sesuai kemampuan yang kami miliki. terbukti SMPN 22 mampu sejajar dengan sekolah-sekolah lain yang lebih dulu berdiri,” ujar Kepala Sekolah SMPN 22, Budiyanto didampingi Wakilnya Fajar Sirait diruang kantornya. Senin (6/2/17).
Selaku Kepala Sekolah, Budiyanto menyadari keadaan sekolahnya membutuhkan kemandirian dalam hal fasilitas sekolah tepatnya lagi menginginkan gedung sendiri sehingga guru-guru tidak lagi bolak-balik dari SDN Mekarjaya 31 dan SDN Mekarjaya 17. “Anak-anak juga lebih maksimal mengeksplor kemampuan bakat dan minatnya,” imbuhnya.
Meski demikian, Budiyanto mengaku bangga, sebab guru-guru di SMPN 22 tetap menunjukan semangat dan loyalitasnya dalam mengajar. Begitupun anak-anak juga tidak ‘minder’ meskipun status sekolahnya masih menumpang di dua SD yang lokasinya lumayan jauh.
Senada dengan Budiyanto, Wakepsek, Fajar Sirait yang dipercaya untuk melaksanakan tugas memimpin di SDN Mekarjaya 17 saat Kepala Sekolah harus fokus di SDN Mekarjaya 31 mengakui anak-anak memiliki semangat belajar dan tingkat disiplin yang tinggi.
“Ya memang kami akui walaupun belum ditunjang sarana memadai. Namun Alhamdulillah untuk program ekstrakurikuler telah banyak prestasi yang berhasil kami raih. Baik tingkat Kota, tingkat Jabodetabek, maupun, tingkat Propinsi,” ungkap Fajar Sirait yang sudah 30 tahun mengabdi menjadi guru.
Baik Budiyanto maupun Fajar Sirati berharap siswa didiknya bisa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi dan terus berpacu dalam prestasi. (gus).

  • Siswi Ini Bikin Prestasi Nasional Meski Sekolah di Kampung

KAREBA TORAYA — Meski bersekolah di kampung dengan fasilitas yang minim, namun Sofia Liem Mei Ling Tonapa, bisa mengukir prestasi yang membuat banyak orang tercengang. Ya, siswi kelas IX SMP Negeri 1 Nanggala, Toraja Utara ini, berhasil meraih juara pertama pada ajang Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional (LCSPN) pada Kategori Cipta Lagu, yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 5-7 Oktober 2016 yang lalu.

Anak Berprestasi Meski Minim Fasilitas

Sofia yang mewakili Provinsi Sulawesi Selatan menciptakan lagu berjudul “Indonesia yang Kaya” di ajang LCSPN 2016. Lagu ciptaan Sofia ini berhasil menyisihkan wakil-wakil dari 34 provinsi lainnya, yang berpartisipasi di ajang ini.

LCSPN 2016, memperlombakan empat kategori, masing-masing Cipta Puisi, Batik, Cipta Lagu dan Lukis. Untuk kategori Cipta Lagu, tema yang diusung adalah “Kecintaan Terhadap Tanah Air”.

“Puji Tuhan, anak kita Sofia bisa meraih Juara I di kategori Cipta Lagu. Segala upaya dan usaha yang kita lakukan terbayar sudah,” ungkap Kepala SMP Negeri 1 Nanggala, Efraim Allositandi.

Efraim, yang juga artis penyanyi lagu-lagu daerah Toraja ini, mengaku bangga, karena meskipun berada di kampung, namun SMP Negeri 1 Nanggala juga bisa berprestasi di tingkat nasional

“Fasilitas sekolah kami boleh dibilang masih minim, baik fasilitas, bagunan, dan kondisi sekolah juga masih belum layak tapi itu tidak menjadi penghalang dan tidak menurunkan semangat siswa-siswi disini untuk berkarya dan mencetak prestasi di sini,” ujar Eraim.

  • PMR SMPN 27 Kota Bandung Tetap Berprestasi Meski Minim Fasilitas

Semangat untuk terus berprestasi teman-teman yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) SMPN 27 Kota Bandung patut diacungi jempol. Meski minim fasilitas, mereka tetap berhasil meraih sejumlah prestasi membanggakan. Begitu inspiratif!

Ekstrakurikuler SMPN 27 Kota Bandung seperti diberitakan InilahKoran.com harus menggelar berbagai kegiatan mereka dengan minimnya fasilitas sekolah. Meski telah memiliki ruangan khusus, sejumlah ekskul di sini belum mempunyai sarana dan prasarana latihan memadai.

Ruangan yang tersedia pun masih jauh dari harapan. Selain ukurannya sangat kecil, terkadang ada pula kebocoran di bagian atap.Namun begitulah kenyataannya. Di tengah kondisi serba terbatas itu, ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 27 Kota Bandung, Giwur Giandono, siswa-siswi masih tetap bersemangat menggelar kegiatan ekstrakurikuler mereka.

“ Sekolah ini memiliki kelebihan untuk bidang ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR). SMP Negeri 27 Kota Bandung selalu mendapatkan prestasi di tingkat kota, hal ini menjadi salah satu kelebihan sekolah untuk bisa memacu anak-anak yang lain sehingga bisa meraih prestasi di bidangnya masing-masing,” papar Giwur.

Ditambahkan, semua kegiatan ekskul (ektsrakurikuler, red), siswa-siswi itu melakukan kegiatan di lingkungan sekolah, kecuali ekskul basket yang memang dilakukan di luar sekolah mengingat hanya terdapat satu lapangan yang juga digunakan ekstrakurikuler lainnya. Sementara untuk para pelatihnya, pihak sekolah mengambil pelatih dari luar sekolah dan juga alumni.

“Pelatihnya kita ambil dari luar. Kalau basket dari Prova, futsal dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), voli belum ada karena kemaren baru diganti, Pramuka dari Pusenif, PMR dari PMI. Semua dari luar kecuali Gempala (pecinta alam) dan Paskibra, pelatihnya dari alumni SMA Negeri 14. Alumni kita ada juga kok yang membantu,” papar Giwur.

Dia berharap, anak-anak didiknya dapat mengembangkan diri sebaik-baiknya melalui ekskul. Pihak sekolah sedapat mungkin mendukung dan memfasilitasi kegiatan ekskul, agar anak-anak lebih semangat lagi berkegiatan.

————————————————————————————————————————

Bagaimana dengan kalian, Sahabat Yatim Rahmatan? Sudah kah kalian berprestasi dengan berbagai fasilitas yang telah kalian dapatkan?

Semangat yaa anak-anak bangsa Indonesia dalam berkreasi dan berprestasi, walau berbagai fasilitas ada yg minim tapi jangan jadikan itu sebagai penghambat kalian dalam berprestasi,,, Semangattt… 😀

Semoga Bermanfaat …

Belum ada Komentar untuk Anak Berprestasi Meski Minim Fasilitas

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Anak Berprestasi Meski Minim Fasilitas

10 Pesan Inspiratif Anies Baswedan Harus Berjuang untuk Pendidikan

10 Pesan Inspiratif Anies Baswedan Harus Berjuang untuk Pendidikan

T 27 November 2016 F A admin web-1

1. Di mana pun kamu lahir, kamu punya hak untuk bermimpi. Maka, janganlah pernah berhenti Targetmu harus terus tinggi 2. Perangkat pendidikan kapan pun bisa berubah. Jangan fokus ke sistemnya, tapi ke kualitas sumber daya manusianya Pendidikan kualitas pasti ikut... Selengkapnya

Motivasi Dalam Belajar Agar Lebih Semangat

T 18 December 2015 F A admin web-1

Dalam dunia pendidikan, terutama dalam kegiatan belajar, seperti yang sudah saya bahas dalam tulisan terdahulu, bahwa kelangsungan dan keberhasilan proses belajar mengajar bukan hanya dipengaruhi oleh faktor intelektual saja, melainkan juga oleh faktor-faktor nonintelektual lain yang tidak kalah penting dalam... Selengkapnya

Bedanya Moral Dengan Etika

T 14 December 2015 F A admin web-1

Moralitas dan etika adalah dua kata yang seringkali berkaitan erat dan biasanya banyak orang yang kurang memahami dua istilah tersebut. Bagi kebanyakan orang, moral dan etika nampak seperti 2 hal yang sama. Bagi mereka ini merupakan sistem dari prinsip-prinsip yang... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi kesekretariatan kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasakami.

Kategori

Kreasi Cipta Yatim

Informasi lengkap, Hubungi kami sekarang

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk bertanya kepada kami. Klik di bawah ini untuk memulai chat

Sekretaris

Ina

Online

Customer Service

Desi

Online

Ina

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00

Desi

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00