Beranda » Belajar Agama Islam » Gerhana Matahari Total Menurut Pandangan Islam

Gerhana Matahari Total Menurut Pandangan Islam

T Diposting oleh pada 9 March 2016
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 1011 kali

Gerhana matahari total dalam Islam dipercaya sudah muncul sejak zaman dahulu kala, termasuk pada zaman Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada 27 Januari 632 Masehi. Peristiwa itu tercatat sebagai hari monumental dalam sejarah Islam.

Gerhana matahari terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang dirundung duka lantaran putranya, Ibrahim, wafat. Ibrahim kemudian dimakamkan di Pemakaman Al-Baqi pada pagi hari menjelang peristiwa gerhana.

Umat Islam kala itu banyak yang menduga alam ikut berkabung atas wafatnya putra Rasulullah. Namun, setelah shalat gerhana, Nabi menjelaskan bahwa fenomena gerhana tidak ada kaitannya dengan kematian seseorang.

Shalat gerhana yang ditunaikan Muhammad dan umat Islam kala itu merupakan shalat gerhana matahari yang pertama dan terakhir yang dilaksanakan Rasulullah. Sebab, sekira empat bulan setelahnya, Nabi Muhammad SAW pun wafat.

Saat terjadi gerhana matahari total pada 9 Maret mendatang, Kementerian Agama telah mengeluarkan intruksi bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat sunah Gerhana Matahari.

Gerhana Matahari Total

Dalam ajaran Islam, sholat gerhana atau shalat khusuf adalah ibadah yang dilakukan saat terjadi gerhana bulan maupun matahari. Berikut hadits tentang keutamaan mengerjakan shalat gerhana:

Dari Abu Bakrah Radhiallahu Anhu dia berkata:

“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu terjadi gerhana matahari. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berjalan cepat sambil menyeret selendangnya hingga masuk ke dalam masjid, maka kamipun ikut masuk ke dalam masjid. Beliau lalu mengimami kami shalat dua rakaat hingga matahari kembali nampak bersinar. Setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan berdoalah hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 1040).

Menurut ajaran Islam, gerhana bulan bukan semata-mata fenomena alam dan kejadian antariksa, tetapi di balik itu sarat dengan nuansa religius yang diimani sebagai salah satu tanda keagungan dan kekuasaan Allah Ta’ala yang Maha mengatur alam ini, dan hal ini diyakini oleh penganut agama terutama dalam agama Islam, Katolik dan Protestan.

Hadits riwayat Buchori-Muslim menyebutkan bahwa “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jika kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah kepada-Nya, bersedekahlah, dan shalatlah.”

Fenomena alam ini diadakan oleh Sang Pencipta untuk menimbulkan rasa gentar di hati setiap hamba atas kebesaran Allah Ta’ala dan azab-Nya bagi siapa yang tidak taat kepada-Nya.

“Dan apabila bulan telah hilang cahayanya. Dan Matahari dan bulan dikumpulkan.” (QS. Al-Qiyamah: 8-9)

Shalat Gerhana Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan shalat apabila menyaksikan gerhana, baik matahari maupun bulan, sebagaimana diisyaratkan dalam hadist di atas, juga sebagaimana riwayat adanya perbuatan Rasulullah SAW tentang hal tersebut.Gerhana matahari total dalam Islam dipercaya sudah muncul sejak zaman dahulu kala, termasuk pada zaman Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada 27 Januari 632 Masehi. Peristiwa itu tercatat sebagai hari monumental dalam sejarah Islam.

Gerhana matahari terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang dirundung duka lantaran putranya, Ibrahim, wafat. Ibrahim kemudian dimakamkan di Pemakaman Al-Baqi pada pagi hari menjelang peristiwa gerhana.

Umat Islam kala itu banyak yang menduga alam ikut berkabung atas wafatnya putra Rasulullah. Namun, setelah shalat gerhana, Nabi menjelaskan bahwa fenomena gerhana tidak ada kaitannya dengan kematian seseorang.

Shalat gerhana yang ditunaikan Muhammad dan umat Islam kala itu merupakan shalat gerhana matahari yang pertama dan terakhir yang dilaksanakan Rasulullah. Sebab, sekira empat bulan setelahnya, Nabi Muhammad SAW pun wafat.

Saat terjadi gerhana matahari total pada 9 Maret mendatang, Kementerian Agama telah mengeluarkan intruksi bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat sunah Gerhana Matahari.

Dalam ajaran Islam, sholat gerhana atau shalat khusuf adalah ibadah yang dilakukan saat terjadi gerhana bulan maupun matahari. Berikut hadits tentang keutamaan mengerjakan shalat gerhana:

Dari Abu Bakrah Radhiallahu Anhu dia berkata:

“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu terjadi gerhana matahari. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berjalan cepat sambil menyeret selendangnya hingga masuk ke dalam masjid, maka kamipun ikut masuk ke dalam masjid. Beliau lalu mengimami kami shalat dua rakaat hingga matahari kembali nampak bersinar. Setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan berdoalah hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 1040).

Menurut ajaran Islam, gerhana bulan bukan semata-mata fenomena alam dan kejadian antariksa, tetapi di balik itu sarat dengan nuansa religius yang diimani sebagai salah satu tanda keagungan dan kekuasaan Allah Ta’ala yang Maha mengatur alam ini, dan hal ini diyakini oleh penganut agama terutama dalam agama Islam, Katolik dan Protestan.

Hadits riwayat Buchori-Muslim menyebutkan bahwa “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jika kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah kepada-Nya, bersedekahlah, dan shalatlah.”

Fenomena alam ini diadakan oleh Sang Pencipta untuk menimbulkan rasa gentar di hati setiap hamba atas kebesaran Allah Ta’ala dan azab-Nya bagi siapa yang tidak taat kepada-Nya.

“Dan apabila bulan telah hilang cahayanya. Dan Matahari dan bulan dikumpulkan.” (QS. Al-Qiyamah: 8-9)

Shalat Gerhana Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan shalat apabila menyaksikan gerhana, baik matahari maupun bulan, sebagaimana diisyaratkan dalam hadist di atas, juga sebagaimana riwayat adanya perbuatan Rasulullah SAW tentang hal tersebut.

Belum ada Komentar untuk Gerhana Matahari Total Menurut Pandangan Islam

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Gerhana Matahari Total Menurut Pandangan Islam

hewan qurban

Memilih Program Ber-Qurban Bersama Anak Yatim

T 24 September 2014 F , A Sekretariat Yayasan Rahmatan Lil-Alamin

Iedul Adha adalah puncak dari rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Hari ini dirayakan oleh umat muslim yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci sebagai hari wisuda dengan penuh suka cita. Agar kesukacitaan itu juga dapat dirasakan oleh seluruh umat muslim... Selengkapnya

Yukk Sedekah Di Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jak-Tim

T 20 March 2016 F A admin web-1

Bismillahirrohmanirrohim… Sedekah berarti bentuk sikap kita untuk membentengi diri dari kefakiran. Kita sudah tahu dan banyak bukti yang menyatakan kehebatan dari sedekah. Dan apakah kalian tahu, jika sedekah itu indah dan tidak membuat kita jatuh miskin? Apalagi jika sedekah yang... Selengkapnya

Mustajabnya Doa Anak Yatim (Doa Bersama Malam Jum’at)

T 14 February 2019 F , A admin web-1

🌳MUSTAJABNYA DOA ANAK YATIM Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Mengingatkan kembali malam ini di Aula Yayasan Rahmatan Lil-Alamin Jakarta Timur akan dilaksanakan kegiatan rutin Doa Istighosah, Khataman Al Qur’an, serta santunan mingguan bersama adik adik yatim Silahkan Ayah, Bunda,Kakak dan keluarga/ sahabat... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi kesekretariatan kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasakami.

Kategori

Kreasi Cipta Yatim

Informasi lengkap, Hubungi kami sekarang

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk bertanya kepada kami. Klik di bawah ini untuk memulai chat

Sekretaris

Ina

Online

Customer Service

Desi

Online

Ina

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00

Desi

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00