Beranda » Kisah Inspiratif » Keterbatasan Ekonomi tidak menghalangi untuk berprestasi

Keterbatasan Ekonomi tidak menghalangi untuk berprestasi

T Diposting oleh pada 28 April 2016
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 997 kali

Perjuangan Nida Fauziah menyelesaikan studinya di program studi Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad), demi membahagiakan ibunda, membuahkan hasil.

Gadis cantik berhijab ini telah sukses menyelesaikan studinya. Bukan hanya lulus dengan gelar sarjana, Ia juga lulus dengan waktu masa studi hanya 3 tahun 2 bulan dan telah tercatat sebagai Wisudawan Terbaik pada Program Sarjana Wisuda Gelombang I Unpad Tahun Ajaran 2014/2015.

Selain itu, Nida pun lulus dengan nilai IPK, 3,86. Semasa kuliah, ia adalah mahasiswa yang menerima dana Bidikmisi, yang merupakan sebuah program bantuan untuk biaya pendidikan dari pemerintah untuk mahasiswa yang berprestasi akan tetapi tidak mampu secara finansial.

“Dulu mamah sempat bertanya darimana biaya untuk kuliah? Akhirnya ketika diterima di Unpad pihak fakultas mengajukan saya ikut Bidikmisi. Mamah pun mendukung,” kenang gadis asal Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ini.

Anak bungsu dari 2 bersaudara ini mengatakan, di keluarganya hanya ia yang berhasil melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Sesaat setelah ayahnya meninggal, biaya pada waktu ia sekolah telah ditanggung oleh paman dan juga beberapa saudaranya. Akan tetapi, keterbatasan ekonomi yang di alaminya tidak lantas membuat Ia putus asa.

Nida pun mantap untuk meneruskan studi ke Unpad, yang merupakan kampus favoritnya sewaktu ia masih duduk di MAN Kiarakuda, Tasikmalaya. Nida pun rutin mengambil Semester Antara dan juga memilih konsentrasi Filologi, sebuah cabang ilmu sastra yang memang disukainya.keterbatasan-ekonomi-tidak-menghalangi-gadis-cantik-berhijab-sipolos

“Ada mitos kalau mahasiswa Filologi itu lulusnya lama. Namun, saya dapat membuktikan ke teman-teman bahwa mengkaji Filologi juga bisa cepat,” kata Nida yang skripsinya meneliti tentang Naskah Sunda Wawacan Dewa Ruci.

Selama sebulan, Nida telah mengerjakan skripsinya walaupun sempat didera rasa bosan. Akan tetapi target untuk dapat diwisuda pada bulan November terus membayanginya.

Doa dan juga dukungan dari ibunya, hingga dukungan dosen serta teman-temannya di Sastra Sunda diakuinya sangat membantunya untuk dapat menyelesaikan studi.

Fokus terhadap akademik tidak lantas membuatnya mengabaikan kegiatan berorganisasi. Nida pun cukup aktif di Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamass) Unpad.

“Tentunya kita jangan lupa tujuan utama kita yaitu berkuliah. Seimbangkan saja antara kuliah dengan organisasi, jangan terlalu di-push di organisasi,” ungkap gadis kelahiran Ciawi, 21 Desember 1992.

Nida Fauziah mengaku bangga sudah berhasil menyelesaikan studi di Unpad serta menyandang predikat sebagai wisudawan terbaik walaupun berasal dari keluarga yang sederhana.

 

Cerita dari Nida Fauziah ini bisa menjadi contoh yang baik untuk kita yang sering merasa putus asa dalam meraih mimpi dikarenakan tidak memiliki perekonomian yang cukup. Nida telah membuktikannya, dengan keadaan ekonomi yang bisa dibilang serba keterbatasan, tidak membuat Ia menyerah dan putus asa dalam keinginannya untuk meraih mimpi agar bisa kuliah dan lulus sebagai sarjana.

Semoga Cerita Motivasi ini dapat membantu kita untuk tidak pernah putus asa dalam keadaan apapun.

Belum ada Komentar untuk Keterbatasan Ekonomi tidak menghalangi untuk berprestasi

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Keterbatasan Ekonomi tidak menghalangi untuk berprestasi

introspeksi diri

Introspeksi Diri Dalam Merubah Perilaku Menjadi Lebih Baik

T 29 January 2015 F , A Sekretariat Yayasan Rahmatan Lil-Alamin

Introspeksi Diri adalah melihat ke dalam diri kita apa saja yang telah kita lakukan, atau lebih mudahnya adalah kegiatan untuk mengevaluasi diri dengan cara bercermin atas apa yang telah kita jalani.  “Kenapa ya sekarang aku jadi kaya gini? Kenapa ya sekarang aku jadi... Selengkapnya

TOLONG BAWA AKU KESURGA  Oleh : Ustadz Abdullah Zaen Hafidzahullah

TOLONG BAWA AKU KESURGA Oleh : Ustadz Abdullah Zaen Hafidzahullah

T 21 February 2017 F A admin web-1

  Ketika mengunjungi seorang teman yang sedang kritis sakitnya, dia menggenggam erat tanganku, lalu menarik ke mukanya, dan membisikkan sesuatu… Dalam air mata berlinang dan ucapan yang ter-bata² dia berkata, “Bila kamu tidak melihat aku di surga, tolong tanya kepada... Selengkapnya

yayasan anak yatim di jakarta timur

Perempuan Kaya dan Sedekahnya Tukang Becak

T 2 June 2015 F A Sekretariat Yayasan Rahmatan Lil-Alamin

Sedekah yang dilakukan masing-masing orang menarik untuk disimak, kejadian ini melengkapi cerita sedekah unik yang dilakukan oleh tukang becak…… Di Klaten, Jawa Tengah, ada seorang tukang becak miskin tapi ahli bersedekah. Meskipun miskin, ia tidak mau kemiskinannya membuatnya terhalang untuk... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi kesekretariatan kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasakami.

Kategori

Kreasi Cipta Yatim

Informasi lengkap, Hubungi kami sekarang

Kami dengan senang hati membantu Anda. Jangan ragu untuk bertanya kepada kami. Klik di bawah ini untuk memulai chat

Sekretaris

Ina

Online

Customer Service

Desi

Online

Ina

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00

Desi

Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ? 00.00